Kalkulator Desibel & dBm
Konversikan level daya (dBm/dBW ⇄ W), hitung rasio dB untuk daya dan tegangan, serta jumlahkan penguatan dalam desibel
Masukkan level daya dan satuannya. dBm, dBW, miliwatt, dan watt yang setara akan ditampilkan.
Level dBm / dBW / daya umum
| dBm | dBW | Daya |
|---|---|---|
| -30 dBm | -60 dBW | 1 µW |
| -10 dBm | -40 dBW | 100 µW |
| 0 dBm | -30 dBW | 1 mW |
| 10 dBm | -20 dBW | 10 mW |
| 20 dBm | -10 dBW | 100 mW |
| 30 dBm | 0 dBW | 1 W |
| 40 dBm | 10 dBW | 10 W |
| 50 dBm | 20 dBW | 100 W |
| 60 dBm | 30 dBW | 1 kW |
Rasio dB umum
| dB | Rasio daya | Rasio amplitudo |
|---|---|---|
| 0 dB | 1× | 1× |
| 3 dB | 1.9953× | 1.4125× |
| 6 dB | 3.9811× | 1.9953× |
| 10 dB | 10× | 3.1623× |
| 20 dB | 100× | 10× |
| 30 dB | 1000× | 31.623× |
Tentang alat ini
Kalkulator desibel ini mencakup tiga hal yang paling sering dibutuhkan insinyur: konversi antar level daya absolut (dBm, dBW, miliwatt, dan watt), mengubah rasio daya atau amplitudo menjadi desibel dan sebaliknya, serta menambahkan penguatan pada sinyal dalam rangkaian bertingkat. Alat ini memakai definisi standar dBm = 10·log10(P/1 mW) dan dBW = 10·log10(P/1 W), aturan rasio daya dB = 10·log10(P2/P1), dan aturan rasio amplitudo dB = 20·log10(V2/V1). Karena matematikanya logaritmik, penguatan dan kerugian cukup dijumlahkan: penguat +20 dB menaikkan sinyal −10 dBm menjadi +10 dBm. Alat ini dibuat untuk pekerjaan RF, audio, dan kelistrikan, dengan tabel referensi agar hasil bisa diperiksa sekilas.
Cara menggunakan
- 1 Pilih mode: level daya, rasio (dB), atau penguatan.
- 2 Pada mode level daya, ketik nilai dan pilih dBm, dBW, mW, atau W; satuan lain langsung ditampilkan.
- 3 Pada mode rasio, masukkan dua nilai untuk mendapatkan rasio dB, atau masukkan dB untuk mendapatkan rasio daya dan amplitudo.
- 4 Pada mode penguatan, masukkan level input dalam dBm dan penguatan dalam dB untuk melihat level output dalam dBm, mW, dan W.
Cara kerjanya
Desibel adalah rasio logaritmik. Untuk daya, dB = 10·log10(P2/P1); untuk amplitudo seperti tegangan, dB = 20·log10(V2/V1), karena daya sebanding dengan kuadrat tegangan. Skala dBm mereferensikan daya ke satu miliwatt, jadi 0 dBm = 1 mW, 30 dBm = 1 W, dan setiap 10 dB adalah faktor sepuluh dalam daya. Dari sini muncul dua aturan praktis: +3 dB kira-kira dua kali daya (10^0,3 ≈ 1,995), dan +6 dB kira-kira dua kali tegangan (10^(6/20) ≈ 2,0). Karena logaritma mengubah perkalian menjadi penjumlahan, penguatan suatu rantai hanyalah jumlah dari tiap tahapnya: sinyal −10 dBm melalui penguat +20 dB keluar pada +10 dBm.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan dBm dan dBW?
Keduanya adalah level daya absolut pada skala logaritmik, tetapi memakai referensi berbeda. dBm direferensikan ke 1 miliwatt, sedangkan dBW direferensikan ke 1 watt. Karena 1 W = 1000 mW, keduanya berbeda tepat 30 dB: dBW = dBm − 30. Jadi 30 dBm dan 0 dBW sama-sama setara 1 watt.
Mengapa daya 10·log tetapi tegangan 20·log?
Daya sebanding dengan kuadrat tegangan (P = V²/R), dan logaritma dari kuadrat membawa eksponen ke depan: log10(V²) = 2·log10(V). Maka rasio tegangan dalam dB memakai 20·log10, sedangkan rasio daya memakai 10·log10. Itulah sebabnya +6 dB melipatduakan tegangan tetapi +3 dB melipatduakan daya.
Berapa nilai 3 dB, 6 dB, dan 10 dB?
Dari segi daya, +3 dB sekitar 2× (10^0,3 ≈ 1,995), +6 dB sekitar 4×, dan +10 dB tepat 10×. Dari segi amplitudo (tegangan), +6 dB sekitar 2× dan +20 dB adalah 10×. Rasio ini tidak bergantung pada level absolut, itulah mengapa desibel sangat praktis.
Bagaimana cara menjumlahkan penguatan atau kerugian dalam desibel?
Karena desibel bersifat logaritmik, Anda cukup menjumlahkannya. Level output dalam dBm sama dengan level input dalam dBm ditambah total penguatan dalam dB (pakai angka negatif untuk kerugian atau pelemahan). Misalnya, sinyal −10 dBm melalui penguat +20 dB keluar pada +10 dBm, yaitu 10 mW.
Alat dan kegunaan terkait
Padukan dengan kalkulator hukum Ohm untuk daya dan resistansi, konverter notasi ilmiah untuk daya yang sangat besar atau kecil, dan kalkulator kode warna resistor saat membuat atenuator dan jaringan penyesuai.