UnitConv
Elektronika

Kalkulator Timer 555

Hitung frekuensi, periode, dan siklus kerja osilator 555 astabil, atau lebar pulsa one-shot 555 monostabil — dengan bentuk gelombang pewaktuan yang benar-benar bisa Anda lihat.

Osilator yang berjalan bebas. R1 dan R2 menentukan waktu pengisian, R2 sendiri menentukan waktu pengosongan, dan C menentukan kecepatan keseluruhan.

Frekuensi
480.9 Hz
Periode2.0794 ms
Waktu HIGH (tH)1.3863 ms
Waktu LOW (tL)693.15 µs
Siklus kerja66.67 %
Bentuk gelombang pewaktuan keluaran
tH = 1.3863 mstL = 693.15 µs
f = 1.44 / ((R1 + 2·R2)·C)D = (R1 + R2) / (R1 + 2·R2)

Tentang Kalkulator Timer 555

Timer 555 adalah sirkuit terpadu yang paling banyak diproduksi sepanjang masa — cip mungil berkaki 8 yang mengubah beberapa resistor dan sebuah kapasitor menjadi jam presisi, lampu kedip, pembangkit nada, atau penunda. Kalkulator ini mencakup dua konfigurasi klasiknya. Dalam mode astabil, 555 berjalan bebas sebagai osilator: dari R1, R2, dan kapasitor pewaktu C ia menghitung frekuensi keluaran f = 1.44 / ((R1 + 2·R2)·C), periode, waktu HIGH dan LOW, serta siklus kerja (R1 + R2) / (R1 + 2·R2). Dalam mode monostabil (one-shot), satu pemicu menghasilkan satu pulsa keluaran selebar T = 1.1·R·C. Setiap hasil disertai bentuk gelombang pewaktuan berskala sehingga Anda melihat siklus kerja dan panjang pulsa alih-alih sekadar membaca angka, sehingga ideal bagi maker, hobiis, pelajar elektronika, dan siapa pun yang merangkai NE555, TLC555, atau 7555 di breadboard dalam proyek Arduino atau mikrokontroler.

Cara memakai kalkulator ini

  1. 1 Pilih Astabil untuk osilator yang berjalan bebas atau Monostabil untuk satu pulsa yang dipicu.
  2. 2 Dalam mode astabil, masukkan R1, R2, dan kapasitor pewaktu C, masing-masing dengan satuannya sendiri (Ω/kΩ/MΩ dan pF/nF/µF/mF).
  3. 3 Dalam mode monostabil, masukkan resistor pewaktu R dan kapasitor C.
  4. 4 Baca frekuensi, periode, siklus kerja, dan waktu HIGH/LOW (atau lebar pulsa), lalu pelajari bentuk gelombang pewaktuan untuk melihat hasilnya sekilas.

Cara kerja rumus timer 555

Sebuah 555 memiliki dua komparator yang mengamati tegangan kapasitor pada 1/3 dan 2/3 tegangan catu, itulah sebabnya setiap selang membawa faktor ln(2) ≈ 0.693. Astabil (berjalan bebas): tH = 0.693 · (R1 + R2) · C — keluaran HIGH selama C mengisi melalui R1 + R2 tL = 0.693 · R2 · C — keluaran LOW selama C mengosong melalui R2 periode = tH + tL, frekuensi = 1 / periode = 1.44 / ((R1 + 2·R2)·C) siklus kerja = tH / periode = (R1 + R2) / (R1 + 2·R2) Karena R1 selalu berada di jalur pengisian tetapi tidak pernah di jalur pengosongan, siklus kerja rangkaian astabil sederhana selalu di atas 50%. Menambahkan sebuah dioda paralel dengan R2 membuat pengisian dan pengosongan memakai resistor yang terpisah, dan begitulah cara mencapai siklus kerja 50% (atau lebih rendah). Monostabil (one-shot): Tepi turun pada masukan pemicu memulai satu pulsa selebar T = 1.1 · R · C (faktor 1.1 adalah ln(3) ≈ 1.0986), setelah itu keluaran tetap LOW hingga pemicu berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa rumus frekuensi astabil timer 555?

Frekuensi keluaran astabil adalah f = 1.44 / ((R1 + 2·R2)·C). Rumus ini berasal dari waktu pengisian dan pengosongan: keluaran HIGH selama tH = 0.693·(R1 + R2)·C ketika kapasitor mengisi melalui R1 dan R2, dan LOW selama tL = 0.693·R2·C ketika ia mengosong hanya melalui R2. Periodenya adalah tH + tL = 0.693·(R1 + 2·R2)·C, dan karena 1 / 0.693 ≈ 1.44, frekuensi menyederhana menjadi 1.44 / ((R1 + 2·R2)·C).

Bagaimana memperoleh siklus kerja 50% dengan 555?

Rangkaian astabil 555 sederhana tidak pernah benar-benar mencapai siklus kerja 50%, karena siklus kerjanya adalah (R1 + R2) / (R1 + 2·R2), yang selalu lebih besar dari 50% selama R1 di atas nol. Membuat R1 jauh lebih kecil dari R2 mendekati 50% tetapi tidak pernah tepat di sana. Untuk mencapai tepat 50% — atau siklus kerja di bawah 50% — pasang sebuah dioda paralel dengan R2 agar kapasitor mengisi melalui R1 dan mengosong melalui R2 secara terpisah, sehingga Anda dapat mengatur waktu HIGH dan LOW secara mandiri.

Apa itu mode monostabil (one-shot) pada 555?

Dalam mode monostabil, keluaran 555 tetap LOW sampai tepi turun tiba di pin pemicu. Pemicu tunggal itu membuat keluaran menjadi HIGH selama satu pulsa tetap selebar T = 1.1·R·C, lalu kembali LOW dan menunggu pemicu berikutnya. Mode ini dipakai untuk debounce sakelar, penundaan berwaktu, deteksi pulsa hilang, dan mengubah tekanan singkat menjadi pulsa berpanjang tetap.

Kapasitor apa yang saya perlukan untuk lampu kedip 555 1 Hz?

Untuk astabil 1 Hz, hasil kali pewaktuan harus memenuhi (R1 + 2·R2)·C = 1.44, karena f = 1.44 / ((R1 + 2·R2)·C). Dengan kapasitor 10 µF artinya R1 + 2·R2 ≈ 144 kΩ — misalnya R1 = 4.7 kΩ dengan R2 ≈ 68 kΩ menghasilkan mendekati 1 Hz. Kapasitor 100 µF yang lebih besar menurunkan resistansi menjadi sekitar 14.4 kΩ total, sedangkan kapasitor kecil 1 µF akan membutuhkan sekitar 1.44 MΩ. Kapasitor yang lebih besar memungkinkan Anda memakai nilai resistor yang lebih kecil dan lebih umum untuk laju kedip yang lambat.

Alat elektronika terkait

Timer 555 berada di jantung kelompok elektronika: gunakan kalkulator kode kapasitor untuk membaca nilai yang tercetak pada kapasitor pewaktu, kalkulator kode warna resistor untuk membaca atau menyusun R1 dan R2, hukum Ohm untuk rangkaian di sekitarnya, dan kalkulator resistor LED ketika keluaran 555 menggerakkan sebuah LED.

Sematkan alat ini

Sematkan alat ini di situs Anda sendiri secara gratis. Tautan atribusi disertakan.